Materi dan Tugas Online Bahasa Indonesia Pengertian, Ciri-ciri, Unsur-unsur dan Kaidah Kebahasaan Cerpen Pertemuan ke 3

 


Cerpen merupakan salah satu bentuk prosa berbentuk fiksi (Tidak Nyata), berbeda dengan novel yang terkesan memiliki teks yang panjang, cerpen (cerita pendek) memiliki jumlah teks yang jauh lebih singkat.

 

Ciri-ciri Teks Cerpen:

Pembaca diprediksi dapat menyelesaikan teks cerpen hanya dalam 10 menit hingga maksimal 30 menit saja karena jumlah kata yang terkandung pada teks cerpen tersebut berkisar antara 1.600—10.000 kata.

Rata-rata cerpen memiliki satu konflik cerita, sehingga jarang terdapat alur konflik turunan yang bertele-tele, selain itu juga tema yang diusung pun rata-rata hanya satu, tidak jarang mengusung tema kehidupan sehari-hari, namun memiliki nilai moral yang tinggi.

Kemudian dari segi watak dan karakter, cerpen biasanya tergantung pada satu hingga tiga karakter maksimal yang membuat jalan cerita terkesan watak dan perilaku tokoh tidak berubah-ubah.

Penggunaan kata (diksi) relatif mudah dipahami.

 

Struktur Cerpen

Dilihat dari isi, cerpen memiliki beberapa bagian, antara lain:

Abstraksi

Struktur yang memberikan gambaran awal cerita pada sebuah teks cerpen yang secara tidak langsung memiliki pesan dari penulis, dikemas dengan paragraf kesimpulan.

Orientasi

Struktur yang mulai memperkenalkan sejumlah unsur intrinsik baik secara langsung maupun secara tidak langsung, mulai dari tokoh (watak tokoh), jalan cerita, setting (tempat kejadian) dan lain-lain.

Komplikasi

Struktur yang menggambarkan usaha penulis dalam menarik perhatian para pembacanya dalam menyuguhkan sebuah konflik beserta solusi untuk membereskan konflik tersebut sekali pun solusi yang disuguhkan nampak terkesan masih belum mampu membereskan masalah.

Evaluasi

Struktur yang menyajikan jalan keluar untuk memcahkan permasalahan yang sudah terjadi.

Resolusi

Struktur yang menyuguhkan turunnya konflik yang sudah terjadi.

Koda

Struktur yang menyajikan pesan moral dari penulis melalui kemasan paragraf kesimpulan.

 

Unsur Intrinsik

Tema         : Ide cerita yang akan diangkat menjadi sebuah Cerpen (Cerita Pendek)

Tokoh        : Jelmaan dari penulis pada sebuah cerpen.

Penokohan: Pemberian watak dan karakter pada seorang tokoh sesuai dengan waktu kemunculannya pada cerita

Watak         : Watak atau sifat diberikan pada tokoh sehingga dapat diklasifikasi menjadi tiga: tokoh protagonis (baik), tokoh antagonis (jahat), dan tokoh tirtagonis (penengah). Berdasarkan perubahan wataknya, tokoh terbagi menjadi dua: tokoh datar dan tokoh bulat. Tokoh datar adalah tokoh yang tidak mengalami perubahan watak, dan tokoh bulat adalah kebalikannya.

Latar: Latar atau setting terbagi menjadi tiga: latar suasana, latar tempat, dan latar waktu. Latar suasana diperlukan pada setiap momen cerita: apakah suasana haru, menegangkan, sedih, dsb. Latar tempat dibutuhkan untuk mengenali budaya dari cerita yang diangkat. Latar waktu digunakan sebagai penunjuk untuk membangun suasana yang diciptakan.

Alur dan plot: Alur atau plot terbagi menjadi dua: linier dan kilas balik. Alur liner terjadi jika cerita bersambung ke depan. Cerpen yang isi ceritanya terdapat bagian mengisahkan masa lalu disebut dengan alur kilas balik.

Sudut pandang: Sudut pandang atau point of view terbagi menjadi dua: sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama terbagi menjadi dua: sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama dan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan. Jika di dalam cerita, tokoh utama menggunakan kata ganti Aku atau saya atau gue dan tidak disebutkan nama tokoh lain, sudut pandang ini disebut sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama. Jika terdapat nama tokoh lain, artinya cerita menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan. Sementara itu, sudut pandang orang ketiga artinya di dalam cerita menggunakan kata ganti orang ketiga atau nama langung. Jika tokoh dapat mengetahui hal-hal yang tak kasat mata, seperti perasaan tokoh, sudut pandang yang dibukanan berupa sudut pandang orang ketiga serba tahu, jika sebaliknya, artinya sudut pandang orang ketiga sebagai pelaku sampingan.

Pesan atau amanat: Pada dasarnya, seorrang penulis menyiapkan amanatnya terlebih dahulu kemudian dituangkan ke dalam cerita. Amanat disampaikan baik secara eksplisit maupun implisit. Selain itu, amanat dari sebuah cerpen akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen digunakan agar dapat mengetahui lebih dalam tentang isi cerita. Unsur-unsur tersebut terdiri atas:

 

Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat dapat diketahui dengan cara dilihat dari sisi kondisi ekonomi, sosial budaya, politik, dan ideologi. Hal-hal ini diperlukan semata-mata demi memahami secara kompleks maksud dan tujuan, serta motif mengapa cerita tersebut diciptakan.

 

Kepengarangan

Sejarah hidup penulis mulai dari kondisi sosial, psikologis, bahkan aliran sastra yang dianut memberikan gambaran lebih dalam ketika menganalisis cerpen.

 

Kaidah Kebahasaan Cerpen

Dilihat dari gaya bahasa dan diksi yang digunakan, cerpen memiliki ciri-ciri kebahasaan, antara lain:

 

Menggunakan pendeskripsian yang kuat. Dalam mendeskripsikan fisik tokoh penulis menggunakan kata-kata sifat atau[un perbandingan. Hal ini juga yang dibutuhkan untuk menggambarkan suasana, seperti suasana di sawah ataupun di sebuah gua. Kepiawaian penulis sangat dibutuhkan agar semakin membuat pembaca menyelam ke dalam cerita.

Menggunakan frasa adverbial (kata keterangan) untuk menunjukkan latar tempat atau pun waktu, seperti pada pagi hari, di sebuah desa, pada dinihari, dsb.

Menggunakan kalimat langsung dan ada juga yang tak langsung, ataupun berupa dialog.

Menggunakan kata-kata kiasan atau konotatif, seperti dewi pagi yang berarti matahari, surga dunia yang berarti merujuk pada tempat-tempat hiburan atau pariwisata.

Menggunakan bahasa yang informal ataupun semiformal. Meskipun demikian, tanda baca digunakan secara tepat berdasarkan aturan PUEBI.

Contoh Cerpen-Cerpen Terbaik

“Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-Kata” karya Putu Wijaya.

“Tanah Air” karya Martin Aleida.

“ Inem” karya Pramoedya Ananta Toer.

“ Malam” karya Leila S. Chudori.

“Sepasang Sepatu Tua” karya Sapardi Joko Damono.

“Lelaki yang Membelah Bulan”

“Manusia Kamar” karya Senon Gumira Ajidarma.

“Malaikat Juga Tahu” karya Dee Lestari.

“Waktu Nayla” karya Djenar Mahesa Ayu.

“Terbang” karya Dee Lestari.


Setelah kamu memahami materi di atas, selanjutnya kamu diwajibkan mengerjakan tugas berikut:

"Buatlah sepuluh soal pilihan ganda dan lima uraian yang disertai dengan jawaban yang tepat!"

Petunjuk Pengerjaan:

Untuk dapat membuat soal, pastikan kamu terlebih dahulu menguasai materi di atas, paling sedikit 60% atau sekitar 4 point dan sub point (uraian poin dari poin utama)

Misal:

Dari deretan materi di atas setidaknya kamu dapat menemukan Enam Poin Utama yang wajib diketahui yakni tentang Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Unsur-unsur dan Kaidah Kebahasaan serta Contoh Judul Cerpen terkemuka. 

Selamat Mengerjakan! Enjoy!

0 Comments