Cerpen merupakan
salah satu bentuk prosa berbentuk fiksi (Tidak Nyata), berbeda dengan novel
yang terkesan memiliki teks yang panjang, cerpen (cerita pendek) memiliki
jumlah teks yang jauh lebih singkat.
Ciri-ciri Teks
Cerpen:
Pembaca
diprediksi dapat menyelesaikan teks cerpen hanya dalam 10 menit hingga maksimal
30 menit saja karena jumlah kata yang terkandung pada teks cerpen tersebut
berkisar antara 1.600—10.000 kata.
Rata-rata cerpen
memiliki satu konflik cerita, sehingga jarang terdapat alur konflik turunan
yang bertele-tele, selain itu juga tema yang diusung pun rata-rata hanya satu,
tidak jarang mengusung tema kehidupan sehari-hari, namun memiliki nilai moral
yang tinggi.
Kemudian dari
segi watak dan karakter, cerpen biasanya tergantung pada satu hingga tiga
karakter maksimal yang membuat jalan cerita terkesan watak dan perilaku tokoh
tidak berubah-ubah.
Penggunaan kata
(diksi) relatif mudah dipahami.
Struktur Cerpen
Dilihat dari
isi, cerpen memiliki beberapa bagian, antara lain:
Abstraksi
Struktur yang
memberikan gambaran awal cerita pada sebuah teks cerpen yang secara tidak
langsung memiliki pesan dari penulis, dikemas dengan paragraf kesimpulan.
Orientasi
Struktur yang
mulai memperkenalkan sejumlah unsur intrinsik baik secara langsung maupun
secara tidak langsung, mulai dari tokoh (watak tokoh), jalan cerita, setting (tempat
kejadian) dan lain-lain.
Komplikasi
Struktur yang
menggambarkan usaha penulis dalam menarik perhatian para pembacanya dalam menyuguhkan
sebuah konflik beserta solusi untuk membereskan konflik tersebut sekali pun
solusi yang disuguhkan nampak terkesan masih belum mampu membereskan masalah.
Evaluasi
Struktur yang
menyajikan jalan keluar untuk memcahkan permasalahan yang sudah terjadi.
Resolusi
Struktur yang
menyuguhkan turunnya konflik yang sudah terjadi.
Koda
Struktur yang
menyajikan pesan moral dari penulis melalui kemasan paragraf kesimpulan.
Unsur
Intrinsik
Tema :
Ide cerita yang akan diangkat menjadi sebuah Cerpen (Cerita Pendek)
Tokoh : Jelmaan
dari penulis pada sebuah cerpen.
Penokohan: Pemberian
watak dan karakter pada seorang tokoh sesuai dengan waktu kemunculannya pada
cerita
Watak :
Watak atau sifat diberikan pada tokoh sehingga dapat diklasifikasi menjadi tiga:
tokoh protagonis (baik), tokoh antagonis (jahat), dan tokoh tirtagonis
(penengah). Berdasarkan perubahan wataknya, tokoh terbagi menjadi dua: tokoh
datar dan tokoh bulat. Tokoh datar adalah tokoh yang tidak mengalami perubahan
watak, dan tokoh bulat adalah kebalikannya.
Latar: Latar
atau setting terbagi menjadi tiga: latar suasana, latar tempat, dan latar
waktu. Latar suasana diperlukan pada setiap momen cerita: apakah suasana haru,
menegangkan, sedih, dsb. Latar tempat dibutuhkan untuk mengenali budaya dari
cerita yang diangkat. Latar waktu digunakan sebagai penunjuk untuk membangun
suasana yang diciptakan.
Alur dan plot:
Alur atau plot terbagi menjadi dua: linier dan kilas balik. Alur liner terjadi
jika cerita bersambung ke depan. Cerpen yang isi ceritanya terdapat bagian
mengisahkan masa lalu disebut dengan alur kilas balik.
Sudut pandang:
Sudut pandang atau point of view terbagi menjadi dua: sudut pandang orang
pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama terbagi
menjadi dua: sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama dan sudut pandang
orang pertama sebagai pelaku sampingan. Jika di dalam cerita, tokoh utama
menggunakan kata ganti Aku atau saya atau gue dan tidak disebutkan nama tokoh
lain, sudut pandang ini disebut sudut pandang orang pertama sebagai pelaku
utama. Jika terdapat nama tokoh lain, artinya cerita menggunakan sudut pandang
orang pertama sebagai pelaku sampingan. Sementara itu, sudut pandang orang
ketiga artinya di dalam cerita menggunakan kata ganti orang ketiga atau nama
langung. Jika tokoh dapat mengetahui hal-hal yang tak kasat mata, seperti
perasaan tokoh, sudut pandang yang dibukanan berupa sudut pandang orang ketiga
serba tahu, jika sebaliknya, artinya sudut pandang orang ketiga sebagai pelaku
sampingan.
Pesan atau
amanat: Pada dasarnya, seorrang penulis menyiapkan amanatnya terlebih dahulu
kemudian dituangkan ke dalam cerita. Amanat disampaikan baik secara eksplisit
maupun implisit. Selain itu, amanat dari sebuah cerpen akan bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari.
Unsur Ekstrinsik
Cerpen
Unsur ekstrinsik
cerpen digunakan agar dapat mengetahui lebih dalam tentang isi cerita.
Unsur-unsur tersebut terdiri atas:
Latar Belakang
Masyarakat
Latar belakang
masyarakat dapat diketahui dengan cara dilihat dari sisi kondisi ekonomi,
sosial budaya, politik, dan ideologi. Hal-hal ini diperlukan semata-mata demi
memahami secara kompleks maksud dan tujuan, serta motif mengapa cerita tersebut
diciptakan.
Kepengarangan
Sejarah hidup
penulis mulai dari kondisi sosial, psikologis, bahkan aliran sastra yang dianut
memberikan gambaran lebih dalam ketika menganalisis cerpen.
Kaidah
Kebahasaan Cerpen
Dilihat dari
gaya bahasa dan diksi yang digunakan, cerpen memiliki ciri-ciri kebahasaan,
antara lain:
Menggunakan
pendeskripsian yang kuat. Dalam mendeskripsikan fisik tokoh penulis menggunakan
kata-kata sifat atau[un perbandingan. Hal ini juga yang dibutuhkan untuk
menggambarkan suasana, seperti suasana di sawah ataupun di sebuah gua.
Kepiawaian penulis sangat dibutuhkan agar semakin membuat pembaca menyelam ke
dalam cerita.
Menggunakan
frasa adverbial (kata keterangan) untuk menunjukkan latar tempat atau pun
waktu, seperti pada pagi hari, di sebuah desa, pada dinihari, dsb.
Menggunakan
kalimat langsung dan ada juga yang tak langsung, ataupun berupa dialog.
Menggunakan
kata-kata kiasan atau konotatif, seperti dewi pagi yang berarti matahari, surga
dunia yang berarti merujuk pada tempat-tempat hiburan atau pariwisata.
Menggunakan
bahasa yang informal ataupun semiformal. Meskipun demikian, tanda baca
digunakan secara tepat berdasarkan aturan PUEBI.
Contoh
Cerpen-Cerpen Terbaik
“Bersiap Kecewa
Bersedih Tanpa Kata-Kata” karya Putu Wijaya.
“Tanah Air”
karya Martin Aleida.
“ Inem” karya
Pramoedya Ananta Toer.
“ Malam” karya
Leila S. Chudori.
“Sepasang Sepatu
Tua” karya Sapardi Joko Damono.
“Lelaki yang
Membelah Bulan”
“Manusia Kamar”
karya Senon Gumira Ajidarma.
“Malaikat Juga
Tahu” karya Dee Lestari.
“Waktu Nayla”
karya Djenar Mahesa Ayu.
“Terbang” karya
Dee Lestari.
Setelah kamu memahami materi di atas, selanjutnya kamu diwajibkan mengerjakan tugas berikut:
"Buatlah sepuluh soal pilihan ganda dan lima uraian yang disertai dengan jawaban yang tepat!"
Petunjuk Pengerjaan:
Untuk dapat membuat soal, pastikan kamu terlebih dahulu menguasai materi di atas, paling sedikit 60% atau sekitar 4 point dan sub point (uraian poin dari poin utama)
Misal:
Dari deretan materi di atas setidaknya kamu dapat menemukan Enam Poin Utama yang wajib diketahui yakni tentang Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Unsur-unsur dan Kaidah Kebahasaan serta Contoh Judul Cerpen terkemuka.
Selamat Mengerjakan! Enjoy!

0 Comments